Selasa, 27 Oktober 2015

HCS TUBAN LAMONGAN GRESIK

SOC atau Suplemen Organik Cair merupakan suplemen khusus dari HCS untuk menyehatkan binatang ternak Anda. Dengan SOC, Anda dapat menekan pengeluaran selama produksi dan perawatan. SOC membantu mengurangi tingkat stres pada hewan dan menekan timbulnya penyakit pada ternak Anda dan mengurangi angka resiko kematian di hewan ternak. SOC membantu hewan ternak Anda untuk meningkatkan antibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit.

SOC merupakan suplemen terbaik saat ini. Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan meningkatkan produksi daging, sebab SOC memberikan efek merangsang nafsu makan pada hewan ternak. Selain produksi daging, SOC juga baik untuk perkembangbiakan. SOC membantu meningkatkan kesuburan pada hewan, sehingga SOC dapat mempertinggi kualitas telur pada hewan unggas, maupun perkembangbiakan hewan ternak lain seperti kambing dan sapi.

Tersedia paket mitra 1.030.000 dapat 12 btl soc + Buku Panduan + Pendampingan langsung dari kami

Harga belum termasuk ongkos kirim

Datang ke POSKO ORGANIK kami dapatkan PELATIHANNYA berbagai macam ilmu budidaya pola HCS al:
1. Budidaya kambing, sapi HCS (pembuatan pakan fermentasi)
2. Budidaya ayam jowo super,broiler pedaging pakan Buatan sendiri lebih irit
3. Budidaya ikan gabus/khutuk,lele,patin dan udang fanami pakan buatan sendiri
4. Padi Organik tanpa beli pupuk dan pestisida, tanpa matun hasil lebih banyak dan sehat
5. Tanam Jahe merah, eprit dan Jahe Gajah
5. Budidaya Cacing Lumbricus
 6 Budidaya ayam petelur,Bebek hemat pakan (fermentasi kotoran kambing)


 

                           

Senin, 15 Juni 2015

Cara Budidaya Belut Pola HCS


Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun dengan POLA INTENSIFIKASI, mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan.

Belut yang dipanen rata-rata berbobot 400 g/ekor. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak tradisional, cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan lebih singkat 3 bulan.
Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih rendah. Selain menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan.
Untuk pengelolaan Belut Intensifikasi hanya mengeluarkan biaya kisaran Rp8.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Padahal, biasanya para peternak tradional paling tidak menggelontorkan Rp14.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena menggunakan media campuran untuk pembesarannya.

Media campuran
Belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk Bokashi, dan mikroorganisme stater/Probiotik SOT dan SOC. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater SOT. Berikutnya kompos/bokashi setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur Bokashi sebanyak 5 kg.

Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam.

Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.

Pakan hidup
Sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor.

Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, dapat dimasukkan hingga 10.000 bibit.
Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Probiotik Plus SOC diberikan tiap 2 minggu sekali, sebagai perangsang nafsu makan sekaligus untuk menambah microorganisme pengurai agar kotoran yang dikeluarkan belut bisa secepatnya terurai.

Hujan buatan
Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan.

Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.

Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali.

Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Penggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal.

Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati.

Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.

(sumber: mitra HCS strong eagle)

Minggu, 31 Mei 2015

Tips Sukses Beternak Kambing




  1. PENGGEMUKAN KAMBING :

    Masih sangat terbuka peluang bagi kita untuk menggeluti bisnis peternakan ini, terutama PENGGEMUKAN KAMBING GIBAS secara lebih Proffesional karena mempunyai potensiPENGHASILAN  yang cukup besar asalkan dikelola dengan serius disertai dengan PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN yang cukup untuk beberapa hal yang berkaitan dengan Bisnis PENGGEMUKAN KAMBING GIBAS ini.

    Tentu kita harus Rajin mencari Inovasi-inovasi baru tentang Methode Penggemukan Kambing Gibas melalui berbagai macam sumber, terutama dari Pelatihan-pelatihan yang mungkin diselenggarakan oleh Dinas Terkait, atau Perusahaan-perusahaan yang PEDULI dengan hal ini.

    Salah satunya adalah PT. HIDUP CERAH SEJAHTERA (HCS) yang berkantor pusat di Kota Sidoarjo, seringkali mengadakan PELATIHAN dengan maksud agar para Petani/ Peternak benar-benar dapat menikmati hasil yang maksimal.

    PT. HCS dengan VISInya untuk Bersama-sama Sukses, dengan Cita-cita dan Harapan, serta Cahaya bagi kita untuk menuju HIDUP CERAH SEJAHTERA.

    Dengan MISI :
    Ø Memberikan Kesadaran untuk menjadi SDM yang Profesional dan bertaqwa kepada Allah SWT.
    Ø Mencerdaskan dan meningkatkan Perekonomian Bangsa
    Ø Membentuk Etos Kewirausahaan.
    Ø Membantu masyarakat untuk menemukan POTENSI USAHA di Lingkungan sendiri.

    Dan memang telah banyak berkiprah untuk menjadikan Peternak benar-benar menikmati hasil secara maksimal melalui PELATIHAN-PELATIHAN yang sering diadakan dengan tehnik-tehnik terbaru untuk meningkatkan Hasil dengan lebih Cepat TANPA MENGGUNAKAN BAHAN KIMIA.

    Tehnik yang digunakan tergolong masing sangat jarang digunakan di Kalangan Peternak, karena tergolong Cara Baru yang akan menghasilkan simbiosis mutualism antara PETERNAKAN, PERTANIAN DAN PERIKANAN dengan menghindarkan kebiasaan serta ketergantungan terhadap pertisida dan lain-lain yang justru akan sangat merugikan dalam jangka waktu panjang.

    Tehnik penggemukan yang dikembangkan oleh PT. HCS, memang harus melalui beberapa tahapan yang harus ditempuh oleh PETERNAK agar dapat mengaplikasikan secara cermat untuk hasil maksimal.

    Penggunaaan SOC HCS (Suplemen Organik Cair) mutlak diperlukan untuk setiap langkah-langkah aplikasi agar hasil bisa maksimal.

    SOC HCS sendiri adalah Nutrisi Bio Organic yang banyak mengandung Multi Vitamin, Mineral alami dan Probiotik yang telah dikembangkan dengan Technology Matrix agar pelipatgandaan Probiotik didalamnya mampu melawan hampir semua jenis Patogen Bakteri pathogen.

    Dengan demikian, penggunaan SOC HCS dijamin mampu MENGHILANGKAN BAU KOTORANdari ternak apapun.

    Dengan KOTORAN YANG TAK BERBAU, maka Peternak tidak perlu lagi di DEMO oleh lingkungan, sebagaimana yang sering terjadi, karena masalah KOTORAN YANG BERBAU.

    Dengan KOTORAN YANG TAK BERBAU, maka Lingkungan jadi lebih SEHAT, Ternak juga lebih Sehat, dan KITA SEMUA SEHAT.

    Sedangkan manfaat SOC HCS untuk hewan ternak adalah :
    1.  Menyehatkan ternak.
    2.  Mengurangi biaya produksi dan pemeliharaan
    3.  Mengurangi stress dan menambah daya tahan terhadap penyakit
    4.  Meningkatkan Antibodi pada ternak
    5.  Menyeimbangkan microorganisme di dalam rumen hewan dan meningkatkan nafsu makan
    6.  Mempercepat pertumbuhan ternak
    7.  Meningkatkan kesuburan dan meningkatkan produksi daging
    8.  Mengurangi angka kematian pada anak Ayam dan mempercepat penyembuhan luka.
    9.  Mempertinggi kwalitas pada telur, untuk Ayam atau Bebek petelur.


    LANGKAH-LANGKAH YANG DIBUTUHKAN :

    1. PEMBUATAN KANDANG.

    Model Kandang memang agak berbeda dengan kandang pada umumnya, terutama pada cara memberi makan dan penampungan kotoran.

    Kandang dibuat sedemikian rupa agar pada saat makan posisi tubuh Kambing benar-benar dalam posisi yang baik, yaitu kaki depan Kambing harus bertumpu pada pijakan yang dibuat setinggi kurang lebih 30cm dari lantai kandang, dengan maksud agar proses metabolisme lebih cepat dan sempurna.

    Penampungan kotoran juga di design khusus agar kotoran yang dihasilkan bisa dengan mudah dibersihkan untuk dikumpulkan agar bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organic yang tentu sangat bermanfaat untuk mengganti pupuk-pupuk kimia.

    Tak kalah pentingnya juga, agar urine bisa ditampung dengan cara sedemikian rupa, karena fungsi urine sendiri juga sangat bermanfaat untuk Pertanian. Disamping bisa digunakan Pupuk, juga bisa digunakan sebagai Pestisida kultur.

    Oleh karena itu dengan adanya pola PENGGEMUKAN KAMBING POLA HCS  ini akan sangat  berdampak positif terhadap Pertanian.

    Ukuran kandang yang paling ideal adalah 3 meter x 1,5 meter untuk 10 ekor kambing, karena jenis Kambing Gibas adalah Jenis Kambing kelompok, maka ukuran yang terlalu lebar hanya akan memboroskan ruangan, sekaligus akan banyak kalori dalam tubuh ternak/kambing yang terbuang sia-sia karena berlarian kesana-kemari.

    Kandang yang terlalu luas, juga akan memberi ruang pejantan untuk bertempur, hal ini justru akan membahayakan keselamatan Kambing itu sendiri.

    Dalam gambar ini jarak antara tanah dengan dasar kandang kurang tinggi. 
                                           Sebaiknya minimal 60 cm. Lihat gambar di atas.


    2. PEMILIHAN BIBIT.

    Pada saat memilih bibit memang harus berhati-hati dan teliti, karena kesalahan dalam pemilihan bibit akan berpengaruh pada hasil akhir yang bisa dinikmati oleh Peternak.
    Bakalan kambing jantan muda lebih cocok untuk digemukan daripada kambing betina, sebab pertambahan berat badan kambing jantan lebih cepat dan Harga daging juga lebih mahal.

    Disamping itu, kambing betina masih diperlukan untuk pembiakan anak (Breeding Farm).

    Kambing paling responsif terhadap pakan sejak masa lepas susu (sapih), yaitu saat berumur 7 – 8 bulan sampai ternak mengalami dewasa kelamin atau berumur 10 – 12 bulan.

    Karakteristik kambing bakalan yang baik Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih agar benar-benar mendapatkan sesuai yang diharapkan. Adapun Kriteria yang harus diperhatikan adalah sbb:

    1. Mata (pilih mata yang bening, mata bersinar cerah, tajam, bukan yang kemerahan)
    2. Mulut (pilih yang bersih dan tidak berlendir, bentuk lebar dan papak/tumpul)
    3. Tulang belakang (lebar, bentuk yang lurus, tidak melengkung ke bawah)
    4.  Wilayah dada (bentuknya agak menonjol)
    5. Ekor Besar/DEG (bentuk yang melebar, bukan yang berbentuk seperti cambuk) serta bulunya halus dan mengkilap,

    Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan untuk yang ekornya berbentuk cambuk, hasilnya tidak bisa maksimal, kecepatan pembentukan daging terlalu lamban.
    Sedangkan untuk yang ekor gemuk (DEG) telah dirasakan oleh beberapa peternak, bahwa hasilnya lebih maksimal dan target penggemukan selama 3 bulan bisa terwujud.

    Perlu diperhatikan bahwa untuk pemilihan Bibit, usia kambing harus sudah mencapai 4 bulan, dengan pertimbangan bahwa mulai usia 4 bulan, tubuh kambing telah berkonsentrasi pada pembentukan daging, sehingga akan lebih mudah digemukkan.

    Jika usia kambing masih di bawah 4 tahun, tubuh kambing masih dalam proses pembentukan tulang, sehingga untuk digemukkan akan memakan waktu yang lebih lama, dan tentu akan mempengaruhi perputaran modal yang telah kita keluarkan dan biaya pakan perhari akan makin membengkak

    Terlalu lama memelihara akan berakibat pada PERPUTARAN MODAL YANG KURANG CEPAT, Cost Operasional akan semakin tinggi, dan mempengaruhi PROFIT YANG AKAN KITA TERIMA.
                                              Foto kambingnya Gus Barok (KH Husni Mubarok, 
                                                    PP Bustanul Ulum, Krajan, Sukorejo, Bangsalsari, Jember.) 
                                                        Setiap 10 hari tambah berat badannya rata-rata 4.4 kg.

    3. PEMBUATAN PMT (Pengganti Makanan Ternak).

    Ada beberapa jenis bahan dasar untuk pembuatan pakan yang bisa dipilih, disesuaikan dengan lingkungan sekitar.

    Jika di lingkungan banyak terdapat jerami, maka sebagai bahan dasar makanan, bisa menggunakan jerami. Dan Jerami yang sangat bagus nilai Gizinya adalah Jerami kangkung. Untuk jerami padi memang cukup bagus, walaupun Nilai Gizinya tak sebanyak Jerami kangkung, tentu serta merta masih harus ditambah dengan Bahan-bahan lain agar asupan GIZINYA terpenuhi.

    Perlu sedikit berhati-hati untuk jerami padi ini, karena ada beberapa bagian yang akan berefek merusak rumen ternak.
    Jika itu terjadi, ternak akan nampak membuncit pada bagian perutnya saja, dan berakibat tetap kurus dalam jangka waktu yang panjang.

    Adapun beberapa jenis bahan yang bisa dipakai untuk bahan dasar pembuatan makanan kambing tersebut, antara lain :
    ·      Jerami, dari tanaman pertanian (padi, jagung, tebu, kangkung, kedelai dll)
    ·      Kulit umbi-umbian (Kulit singkong, ubi jalar dll)
    ·      Kulit kacang-kacangan (kulit kacang tanah, kulit kopi dll).
    ·      Sayur-sayuran (untuk menekan biaya, bisa menggunakan sisa-sisa sayur dari pasar, dengan pola fermentasi basah)
    ·      Daun-daunan, baik yang masih basah maupun yang telah kering.

    Terlebih dahulu bahan dasar harus ditambah dengan bahan-bahan lainnya agar asupan GIZI terpenuhi, lalu difermentasi sebelum diberikan pada kambing.

    Waktu yang dibutuhkan berbeda beda antara bahan dasar yang satu dengan yang lain.

    Untuk jenis-jenis bahan kering, proses fermentasi menggunakan SOC HCS membutuhkan waktu minimal 24 jam, sedangkan untuk jenis-jenis basah (daun basah/hijau) hanya membutuhkan waktu minimal 3 jam dan telah siap diberikan pada Kambing.

    Perlu diperhatikan untuk proses fermnetasi, jangan sampai terjadi lebih dari 7 hari, karena jika kelupaan, sampai lebih dari 7 hari, maka proses fermentasi akan berubah menjadi proses Alkoholisasi, dan tak ada satupun Probiotik yang bisa hidup di dalam alcohol.

    Jika itu terjadi, maka terpaksa bahan-bahan yang ada terpaksa harus difermentasi ulang setelah terlebih dahulu dikeringkan.


    4. PEMELIHARAAN KESEHATAN

    Untuk memelihara Kesehatan Ternak Kambing dengan metode ini cenderung lebih mudah, karena PMT yang dimakan setiap hari, telah memenuhi standart kecukupan GIZI atau gampangnya istilah “Empat sehat lima sempurna, tentu Kambing lebih tahan terhadap serangan penyakit, namun jika ternyata tetap ada yang terserang penyakit, maka kita memang harus segera mengambil langkah-langkah penyembuhan.

    Di dalam Training yang diselenggarakan PT. HCS, hal itu akan dibahas secara detil agar resiko kematian bisa ditekan dengan prosentase minimal. Bahkan dalam praktek aplikasi di lapangan justru sering terjadi tingkat kematian sampai 0%.

    Hal itu sangat mungkin terwujud selama Peternak tidak merubah teori-teori yang telah di dapat dari Pelatihan dengan hal-hal yang sifatnya masih coba-coba.

    Jika pemeliharaan baik dan pengolahan makanan sempurna maka, bau kambing yang biasanya menyengat akan hilang dan DIPASTIKAN tidak berbau.

    Demikian juga dengan bau kandang, dengan sendirinya akan terbebas dari bau kotoran yang sangat mengganggu lingkungan.
    Melihat kenyataan seperti itu, maka untuk PENGGEMUKAN KAMBING POLA HCS bisa juga diterapkan di Wilayah Pinggiran Kota.
    ditempel ke hidungpun kotoran tak berbau

    5. MASA PANEN

    Panen bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali setelah berat badan kambing mencapai standart berat badan yang kita inginkan agar target Harga Jual yang telah kita tentukan akan dapat tercapai.

    Untuk idealnya Target Harga Jual yang harus terealisir adalah Harga a mencapai minimal 2 kali lipat dari harga asal bibit setelah dipelihara selama 3 bulan, atau dengan kata lain, setelah 3 bulan KEUNTUNGAN  KOTOR adalah 100%.

    Dan pada kenyataannya, bahkan banyak MITRA HCS yang justru dapat mencapai 120%.

    Atau ukuran secara umum, kambing dewasa yang telah dirawat 3 bulan, setelah dibelikan bibit lagi akan cukup untuk membeli 2 ekor kambing bibit dan biaya pakan selama 3 bulan.

    Hasil yang cukup prospektif untuk tahap-tahap awal.


    PROGRAM PETERNAK MILYARDER

    Untuk mengikuti program ini, Anda bisa memulai dengan Modal yang terkecil sekalipun, yaitu satu atau dua ekor

    JADI MILYARDER 3 TAHUN KEMUDIAN..Bagaimana mewujudkan itu?

    Jika Anda memulai dengan 1 ekor tentu tidak mungkin langsung Panen besar dalam 3 bulan. Anda harus melakukan sirkulasi Modal dengan seksama setiap tri wulan dengan cara HASIL penjualan Kambing yang telah di panen akan langsung digunakan untuk pembibitan lagi dengan rumus 1 ekor kambing besar dijual, hasil penjualan akan dibelikan 2 ekor kambing bibit (usia 4 bulan).

     Inilah yang akan terjadi selama 3 tahun ke depan :

    PROYEKSI PERKEMBANGAN TERNAK ANDA

    Periode                                                  Jumlah
    Panen                                                    (ekor)
    1                                                           1 - 2
    2                                                           2 - 4
    3                                                           4 - 8
    4                                                         8 - 16
    5                                                       16 - 32
    6                                                       32 - 64
    7                                                     64 - 128
    8                                                   128 - 256
    9                                                   256 - 512
    10                                              512 - 1.024
    11                                          1.024 - 2.048
    12                                          2.048 - 4.096


    CATATAN :
    Tentu analisa di atas bukanlah sebuah konsep matematis yang harus persis dengan kenyataan di lapangan setelah kita praktekkan, karena bisa terwujud atau tidak sangat banyak faktor penyebab dan yang paling dominan adalah FAKTOR MANUSIA (SDM).

    KESIMPULAN :
    Dari 1 ekor yang Anda kembangkan selama 3 tahun akan berkembang menjadi 4.096 ekor, Jika harga jual per ekor Rp. 1.200.000,- maka nilai kambing anda saat itu adalah : Rp.1.200.000,- x 4.096 = Rp. 4.9152.000.000,-

    INI BISA ANDA WUJUDKAN DENGAN USAHA YANG SERIUS dan KEMAUAN YANG KUAT, WALAUPUN TAK HARUS TERCAPAI 100% PERSIS DENGAN KONSEP... ANGGAPLAH TERCAPAI 75%... MAKA HAL ITU MASIHLAH SANGAT PATUT UNTUK DIPERJUANGKAN AGAR TERCAPAI...!!!

    3 TAHUN LAGI ANDA AKAN JADI MILYARDER
    Jika anda mulai sekarang walau hanya dengan modal Kambing 1 ekor maka 3 tahun lagi anda akan jadi MILYARDER….BAGAIMANA MUNGKIN….???
    SANGAT MUNGKIN…!!! DI DUNIA INI SEMUANYA SERBA MUNGKIN…!!!
    Mulailah dari yang terkecil, itu cukup untuk membuktikan bahwa Anda mau jadi Milyarder…!!!

    Mulailah dengan cara mencari Ilmunya karena sesuatu yang mudah jika Anda tidak tau ilmunya maka akan menjadi sulit. “Jika ingin hidup BAHAGIA DI DUNIA… kuncinya adalah ILMU. Jika ingin hidup BAHAGIA di Akhirat… kuncinya adalah ILMU. Dan jika ingin Hidup BAHAGIA di Dunia dan Akhirat kuncinya adalah ILMU…!!! dan PT HCS menyebarluaskan ilmu dengan menyediakan PELATIHAN-PELATIHAN BERKESINAMBUNGAN dengan materi yang mencakup PERTANIAN, PERIKANAN DAN PETERNAKAN bio Organik yang tidak menggunakan BAHAN KIMIA SEDIKITPUN.

    YANG CUKUP MENGGEMBIRAKAN…SEMUA PELATIHAN DISEDIAKAN SECARA GRATIS, DENGAN CATATAN “MAU MENJADI MITRA BINAAN PT HCS”

    SEGERALAH RAIH ILMU-ILMU TERSEBUT SEBANYAK-BANYAKNYA DENGAN MENDAFTARKAN DIRI SEBAGAI MITRA PT HCS.

       URAIAN DAN PANDUAN PRAKTISNYA AKAN DISAMPAIKAN SECARA JELAS SAMPAI TUNTAS PADA SAAT PELATIHAN.

    SEGERALAH BERGABUNG DAN IKUTI TRANING-TRANINGNYA. 
    HANYA DI
  2. Trainer PT. HCS
  3. 082143065992/085646220040